Sering lupa menaruh kunci atau nama teman mungkin terlihat normal seiring bertambahnya usia. Tapi, bagaimana jika lupa itu mulai mengganggu kehidupan sehari-hari? Kondisi ini bisa jadi tanda demensia. Demensia bukanlah penyakit tunggal, melainkan sindrom yang mempengaruhi memori, kemampuan berpikir, dan perilaku. Memahami demensia lebih awal adalah kunci untuk manajemen yang lebih baik dan menjaga kualitas hidup.
Apa Itu Demensia?
Demensia adalah sindrom penurunan fungsi kognitif yang berlangsung secara perlahan dan progresif, seperti memori, bahasa, dan kemampuan memecahkan masalah. Penurunan ini cukup parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Alzheimer adalah penyebab demensia yang paling umum, tetapi demensia juga bisa disebabkan oleh penyakit lain, seperti demensia vaskular, demensia Lewy body, dan demensia frontotemporal.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala demensia bisa bervariasi, tergantung pada jenis dan penyebabnya. Beberapa gejala umum yang membedakannya dari kelupaan biasa meliputi:
- Gangguan Memori Jangka Pendek: Lupa informasi yang baru saja didapat, seperti percakapan atau jadwal, dan mengulang-ulang cerita maupun pertanyaan yang sama.
- Kesulitan Berkomunikasi: Sulit menemukan kata yang tepat, mengikuti alur percakapan, atau menulis, kelebihan dalam ucapan dan tindakan.
- Disorientasi Waktu dan Tempat: Merasa bingung tentang hari, tanggal, atau bahkan tersesat di tempat yang sudah dikenal baik.
- Penurunan Kemampuan Menalar: Sulit membuat keputusan, merencanakan sesuatu, atau mengelola keuangan.
- Perubahan Perilaku: Penderita bisa menjadi lebih pasif, mudah tersinggung, cemas, atau mengalami perubahan mood drastis.
- Gangguan Tidur : Siklus tidur-bangun yang berubah, sering terbangun di malam hari dan bangun dari tempat tidur, tidur larut pagi dan tidur siang berulang kali, memerankan mimpi seperti berlari sambil bermimpi dikejar.
Pencegahan dan Penanganan
Meskipun demensia adalah kondisi yang menantang, ada banyak cara untuk meningkatkan kualitas hidup penderita dan bahkan mengurangi risiko demensia di usia tua:
- Jaga Kesehatan Otak: Lakukan aktivitas yang merangsang otak, seperti membaca, melipat amplop, mendengarkan musik, bermain teka-teki, atau mempelajari keterampilan baru.
- Pola Hidup Sehat: Terapkan diet Mediterania yang kaya akan buah, sayur, ikan, dan biji-bijian, serta hindari merokok dan konsumsi alkohol.
- Jaga Hubungan Sosial: Tetap aktif bersosialisasi dengan teman dan keluarga dapat membantu menjaga fungsi kognitif. Isolasi sosial dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, dan depresi yang merupakan faktor risiko demensia.
- Olahraga Rutin : Lansia yang berolahraga lebih mungkin mempertahankan kognisi dibandingkan mereka yang tidak berolahraga. Latihan fisik memberikan manfaat pada lansia seperti meningkatkan suasana hati, mengurangi mortalitas, dan meningkatkan aliran darah ke otak. Olahraga yang direkomendasikan seperti berjalan kaki selama 40 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu mampu meningkatkan daya ingat.
Penggunaan Minyak Balur Herbal Sebagai Alternatif
Minyak balur herbal dapat digunakan sebagai perawatan komplementer untuk membantu menenangkan pikiran dan meredakan kecemasan yang mungkin menyertai demensia. Pijatan ringan pada tangan, kaki, atau bahu dengan minyak balur dapat memberikan efek relaksasi dan menenangkan.
Bahan-bahan alami pada minyak balur herbal yang bisa membantu:
- Lavender: Dikenal karena sifatnya yang menenangkan dan dapat membantu meredakan kecemasan serta meningkatkan kualitas tidur.
- Chamomile: Efeknya yang menenangkan dan anti-inflamasi dapat membantu mengurangi stres dan memberikan rasa nyaman.
Penting: Penggunaan minyak balur herbal hanya sebagai dukungan untuk memberikan kenyamanan. Ini tidak akan menyembuhkan demensia atau menggantikan perawatan medis profesional. Segera konsultasikan dengan dokter atau spesialis neurologi jika Anda atau orang terdekat menunjukkan gejala demensia.












