ADA pemandangan unik di sela-sela riuhnya kompetisi renang yang berlangsung di Pekanbaru, Riau, baru-baru ini. Di tengah ketatnya persaingan atlet cilik dari Stafan Swimming Club, terlihat momen hangat yang melibatkan para orang tua dan produk herbal andalan mereka: Minyak Kutus Kutus dan Djugo.

Bukan sekadar rutinitas biasa, membalurkan minyak herbal ke tubuh anak-anak sebelum bertanding telah menjadi sebuah ritus bersama. Kegiatan ini dilakukan secara kolektif oleh para orang tua untuk memastikan kondisi fisik buah hati mereka tetap prima selama kompetisi berlangsung.

Menjaga Performa di Tengah Jadwal Padat

Inisiator kegiatan sekaligus orang tua atlet, Duma Umenk, menjelaskan bahwa jadwal kompetisi renang seringkali sangat panjang dan melelahkan. Dimulai sejak pukul 05.00 pagi hingga sore hari, fisik anak-anak dituntut untuk selalu siap sedia.

“Di sela-sela jadwal yang panjang itu, kami para orang tua membalurkan Kutus Kutus atau Djugo ke badan, terutama kaki dan tangan anak-anak. Tujuannya agar otot mereka tetap hangat dan siap untuk heat berikutnya,” ujar Duma.

Terinspirasi dari Kesembuhan Sang Pelatih

Ritus balur ini ternyata bukan tanpa alasan. Para orang tua terinspirasi dari pengalaman nyata sang pelatih (coach) tim. Pelatih yang merupakan atlet asal Kalimantan Selatan tersebut sempat mengalami cedera punggung yang cukup mengganggu.

Berkat ketelatenan membalurkan Minyak Kutus Kutus secara rutin—tanpa perlu pijatan kuat—sang pelatih berhasil sembuh total. Bahkan, ia sukses menyabet empat medali emas dalam perlombaan terakhirnya. Testimoni nyata inilah yang kemudian diterapkan kepada para atlet cilik di Stafan Swimming Club.

Membangun Solidaritas Tanpa Gadget

Menariknya, selama kompetisi berlangsung, anak-anak dilarang menggunakan gawai (no gadget). Aturan ketat dari pelatih ini justru menciptakan ruang bagi orang tua dan anak untuk saling berinteraksi.

“Akhirnya kegiatan balur ini jadi momen kebersamaan. Sambil membalur, kita ngobrol, saling mendukung, dan mempererat solidaritas antar sesama orang tua atlet,” tambah Duma.

Dukungan Penuh dari Manajemen Kutus Kutus

Aksi positif berbasis komunitas ini mendapat apresiasi langsung dari owner Kutus Kutus, Fazli Hasniel Sugiharto yang akrab disapa Arniel. Sebagai bentuk dukungan, manajemen mengirimkan kaus tim khusus untuk para atlet sebagai penyemangat.

Arniel menyatakan bahwa kekuatan utama brand Kutus Kutus terletak pada kedekatannya dengan komunitas.

“Kami berkomitmen mendukung gaya hidup sehat melalui produk herbal tradisional yang aman. Kegiatan seperti ini menunjukkan betapa besarnya peran orang tua dalam membangun karakter dan kesiapan fisik anak melalui sentuhan kasih sayang,” ungkap Arniel.

Melalui ritus balur bersama ini, Minyak Kutus Kutus dan Djugo membuktikan bahwa kesehatan dan prestasi bisa berjalan beriringan dengan dukungan komunitas yang solid. ***

.