JAKARTA – Pembahasan mengenai wellness keluarga kini tidak lagi terbatas pada kesehatan fisik maupun pola pengasuhan anak. Di berbagai komunitas keluarga muda, literasi keuangan semakin menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kehidupan keluarga yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Fenomena tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Kulwap (Kuliah WhatsApp) bertajuk "Kelola Hari Ini, Siapkan Masa Depan: Strategi Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga" yang digelar bersama GembiraParenting.id dengan dukungan Kutus Kutus yang berlangsung pekan lalu.
Kegiatan melalui grup WhatsApp tersebut menghadirkan Yolanda Ezra Angelia Situmeang, S.M., M.M., dosen sekaligus Financial Literacy Educator Universitas Warmadewa. Peserta berasal dari komunitas keluarga muda yang mengikuti diskusi mengenai pentingnya membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini sebagai bagian dari persiapan masa depan keluarga.
Komunitas Jadi Ruang Belajar Keluarga
Gembira Parenting merupakan komunitas orang tua dan calon orang tua di Indonesia yang berupaya menjadi support system dalam perjalanan mengasuh anak. Selain menyediakan ruang berbagi pengalaman, komunitas ini secara rutin menghadirkan berbagai program edukasi. Mulai dari parent talk, kegiatan Gembira Parenting Berkeliling, hingga meet up keluarga yang mengajak orang tua dan anak belajar bersama melalui aktivitas yang menyenangkan.
Melalui pendekatan tersebut, komunitas tidak hanya menjadi tempat bertukar cerita, tetapi juga berkembang sebagai ruang belajar yang menghadirkan panduan praktis bagi keluarga sesuai dengan nilai dan kebutuhan masing-masing.
Financial Wellness Menjadi Bagian dari Kehidupan Keluarga
Owner Kutus Kutus, Fazli Hasniel Sugiharto, yang akrab disapa Arniel Sugiharto, menilai kebutuhan keluarga modern semakin kompleks sehingga ruang belajar berbasis komunitas juga harus berkembang mengikuti kebutuhan tersebut.
"Keluarga hari ini membutuhkan banyak bekal. Tidak hanya mengenai kesehatan dan pengasuhan, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan. Komunitas menjadi tempat yang tepat untuk saling belajar menghadapi tantangan kehidupan keluarga," ujar Arniel.
Menurut Arniel, wellness keluarga tidak hanya diukur dari kondisi fisik, tetapi juga dari rasa aman dan kesiapan menghadapi berbagai fase kehidupan. Karena itu, kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ketahanan keluarga.
Dalam sesi diskusi, peserta diajak memahami bahwa pengelolaan keuangan keluarga bukan semata-mata mengenai besarnya pendapatan, melainkan bagaimana setiap keluarga mampu menyusun prioritas, mengelola pengeluaran secara bijak, menyiapkan dana darurat, hingga merencanakan kebutuhan jangka panjang.
Model pembelajaran melalui komunitas dinilai semakin relevan karena peserta tidak hanya memperoleh materi dari narasumber, tetapi juga dapat berdiskusi mengenai pengalaman yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
"Komunitas bukan hanya tempat berkumpul. Komunitas adalah ruang belajar yang terus berkembang. Ketika kebutuhan keluarga berubah, materi yang dibahas juga ikut berkembang, termasuk mengenai kesehatan mental, pengasuhan, hingga literasi keuangan," kata Arniel.
Melanjutkan Rangkaian Mega Story Wellness Keluarga
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program literasi keluarga yang secara konsisten didukung Kutus Kutus melalui berbagai komunitas.
Sebelumnya, Kutus Kutus bersama komunitas Birth Club di bawah naungan Mommils menggelar berbagai kegiatan yang mengangkat tema wellness keluarga. Dari pertemuan komunitas ibu muda, webinar "Good Enough Mom: Menjadi Ibu yang Cukup Baik, Bukan Ibu yang Sempurna" yang membahas kesehatan mental orang tua, hingga berbagai sesi berbagi pengalaman mengenai pola pengasuhan dan kebiasaan sederhana dalam membangun keluarga yang sehat.
Di luar komunitas keluarga, Kutus Kutus juga aktif mendukung berbagai kegiatan edukasi bersama komunitas olahraga, seminar di perguruan tinggi, serta program sosial di berbagai daerah sebagai bagian dari pengembangan literasi wellness berbasis komunitas.
Menurut Arniel, seluruh kegiatan tersebut memiliki benang merah yang sama, yaitu memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan yang membantu membangun kualitas hidup secara menyeluruh.
"Wellness tidak hanya dibangun melalui produk atau layanan. Yang paling penting adalah hadirnya ruang untuk belajar, berdialog, dan saling mendukung. Ketika komunitas tumbuh, di situlah kebiasaan-kebiasaan baik juga ikut berkembang," ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas tersebut, Kutus Kutus berharap semakin banyak keluarga Indonesia memperoleh akses terhadap edukasi yang membantu mereka membangun kehidupan yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan. ***











