Kesulitan untuk memulai tidur saat malam tiba atau mudah terbangun dan tidak bisa tidur kembali merupakan gejala yang umum dialami oleh orang dengan gangguan tidur. Akibatnya, kita menjadi merasa kelelahan atau mengantuk di siang hari, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari terutama ketika bekerja. Kualitas dan kuantitas tidur yang tidak terpenuhi dalam waktu yang lama dapat mengganggu fungsi fisik, mental, sosial, dan juga emosional. Penting untuk mengenali apa saja jenis gangguan tidur dan cara mengatasinuya sehingga pemulihan kondisi tubuh dapat kembali optimal. 

Apa saja jenis gangguan tidur? 

Gangguan tidur adalah sekelompok kondisi yang mengganggu pola tidur normal, The International Classification of Sleep Disorders (ICSD) membaginya sebagai berikut: 

Insomnia 

Insomnia merupakan kondisi ketika seseorang kesulitan untuk memulai tidur atau mempertahankan tidurnya, dimana kondisi ini diikuti dengan konsekuensi di siang hari seperti rasa kelelahan dan mood yang tidak stabil. Biasanya seseorang dengan insomnia akan mengeluhkan butuh waktu sekitar 30 menit bahkan lebih untuk dapat tertidur, mudah terbangun, dan kesulitan untuk tidur kembali jika terbangun di tengah tidur.

Hipersomnia 

Hipersomnia merupakan kondisi ketika seseorang merasakan kantuk berlebihan di siang hari yang sifatnya menganggu aktivitas mereka, meskipun sudah tidur cukup saat malam hari. Salah satu penyebab umumnya adalah OSA atau Obstructive Sleep Apneu yang ditandai dengan mengorok secara keras saat tidur kemudian terjadi berhentinya pernapasan sesaat, sering dialami oleh penderita obesitas dan pada laki-laki. Seseorang dengan hipersomnia akan sulit untuk mempertahankan fokus saat bekerja dan kesulitan menahan kantuk. Pada kasus yang lebih parah, bisa terjadi narkolepsi atau kondisi dimana seseorang tidak bisa menahan kantuk sama sekali dan tiba-tiba tertidur.  

Parasomnia 

Parasomnia merupakan kondisi ketika seseorang mengalami peristiwa di dalam tidurnya yang mengakibatkan menurunnya kualitas dan kuantitas tidur. Adapun yang dapat terjadi yaitu nightmare atau mimpi buruk yang dapat diingat oleh penderitanya, night terror atau mimpi buruk yang tidak dapat diingat oleh penderitanya dan biasanya penderita mengeluhkan terbangun tiba-tiba dengan perasaan takut dan terkejut, serta somnabulisme atau yang lebih kita kenal dengan berjalan ketika tidur. 

Bagaimana Cara Mengatasinya? 

woman waking up from sleeping with alarm clock

Gangguan tidur yang tidak diobati dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kecelakaan ketika bekerja atau menjadi komplikasi serius seperti penurunan fungsi kognitif. Ketika sudah dirasakan gejala-gejala seperti di atas yang disertai terganggunya rutinitas, segera periksakan diri ke tenaga medis terdekat atau dokter spesialis kejiwaan (psikiatri), sehingga anda bisa mendapatkan pengobatan yang tepat. 

Beberapa cara yang akan dianjurkan oleh dokter untuk memperbaiki pola tidur adalah dengan menjaga sleep-hygiene, terapi relaksasi dengan meditasi dan latihan pernapasan sebelum tidur, atau melakukan pembatasan tidur dengan membatasi total waktu untuk berada di tempat tidur. Pada kasus tertentu, penderita juga akan diberikan beberapa obat-obatan yang memiliki efek sedatif atau membuat kantuk, obat anti cemas yang bisa memicu efek relaksasi, atau pada penderita hypersomnia akan diberikan obat yang bersifat stimulan untuk mengurangi kantuk. 

Pencegahan yang Dapat Dilakukan 

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menerapkan kebiasaan tidur yang baik, yaitu: 

  • Pertahankan jadwal yang teratur yaitu dengan waktu tidur dan bangun pada waktu yang sama tiap harinya,
  • Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur dan hindari melakukan aktivitas lainnya seperti menonton atau membaca di kasur terutama sebelum tidur, 
  • Rutin berolahraga, 
  • Menghindari konsumsi kafein atau merokok terutama pada malam hari, serta 
  • Mengkondisikan kamar tidur tetap gelap dan tenang.

Peran Minyak Balur Aromaterapi dalam Meningkatkan Kualitas Tidur 

Penggunaan minyak balur aromaterapi dapat menjadi pilihan terapi komplementer yang mudah untuk dilakukan karena pengaplikasiannya yang dapat dilakukan oleh siapapun. Aromaterapi dapat diaplikasikan dengan cara dihirup, dioleskan kemudian disertai pijat ringan, ataupun digunakan ketika mandi. Beberapa jenis aromaterapi dari bahan lavender atau chamomile juga disebutkan secara spesifik membantu untuk mengurangi rasa cemas sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur. Aromaterapi dari minyak balur dapat memberikan stimulus pada pengatur emosi di otak melalui rangsang penciuman dari hidung sehingga otak dapat merilis endorphin yang berperan dalam regulasi emosi, mengurangi rasa cemas dan stress, serta membuat seseorang merasa relaks. 

Jika gejala gangguan tidur mulai dirasa mengganggu aktivitas sehari-hari, merasa lelah yang berlebihan, atau alternatif pencegahan sudah dilakukan namun kondisi tidak membaik, maka segera periksakan diri anda ke tenaga medis terdekat.