JAKARTA – Perkembangan komunitas orang tua di Indonesia kini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga berkembang sebagai sarana edukasi mengenai pengasuhan, kesehatan mental, dan wellness keluarga. Fenomena tersebut terlihat dalam penyelenggaraan BBASH 2.0 Webinar Session bertajuk Good Enough Mom: Menjadi Ibu yang Cukup Baik, Bukan Ibu yang Sempurna, yang digelar secara daring, pekan lalu.
BBASH merupakan komunitas bagi para ibu yang memiliki anak dengan kelahiran yang sama, dan berada di bawah naungan Komunitas Mommils Birthclub. Komunitas ini didirikan untuk menjadi tempat berbagi pengalaman, informasi, dan edukasi seputar perawatan ibu & bayi, parenting, serta kebutuhan Ibu dan anak.
Webinar tersebut menghadirkan Psikolog Ni Putu Ratih Cahya Pratiwi, S.Psi., dan diikuti anggota Birth Club Juni 2024 (BC June 2024) di bawah naungan Mommils – Birth Club. Kegiatan tersebut didukung Kutus Kutus sebagai bagian dari komitmennya mendorong tumbuhnya ruang belajar berbasis komunitas bagi keluarga muda.
Dalam paparannya, Ni Putu Ratih Cahya Pratiwi mengangkat realitas yang banyak dialami para ibu masa kini. Menurut Ratih, tidak sedikit ibu yang merasa lelah bahkan sebelum hari benar-benar dimulai. Kondisi tersebut membuat orang tua lebih mudah kewalahan sehingga merespons berbagai situasi pengasuhan dengan tenang menjadi semakin sulit.
Merawat Diri Bukan Berarti Mengabaikan Anak
Ia mengingatkan bahwa orang tua juga manusia yang membutuhkan ruang untuk merawat diri. Merawat diri bukan berarti mengabaikan anak, tetapi menjadi bagian penting dari proses parenting agar orang tua lebih siap hadir secara utuh bagi putra-putrinya.
Peserta juga diajak melakukan refleksi sederhana dengan menanyakan kepada diri sendiri apa yang paling banyak terkuras dalam beberapa waktu terakhir, apakah energi, waktu, kesabaran, atau ruang untuk diri sendiri, sekaligus mencari satu langkah kecil yang dapat dilakukan untuk mengisinya kembali.
Salah satu pesan yang mendapat perhatian peserta adalah pentingnya membangun hubungan yang sehat dengan anak, bukan mengejar kesempurnaan sebagai orang tua. Dalam webinar tersebut disampaikan bahwa orang tua tidak harus selalu sempurna untuk membangun hubungan yang baik dengan anak. Kemampuan memperbaiki hubungan (repair) dinilai lebih penting dibandingkan mengejar kesempurnaan (perfect).
Komunitas Jadi Ruang Berbagi Pengalaman Parenting
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan yang disampaikan seusai webinar. Salah seorang peserta mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Terima kasih kepada Kutus Kutus dan BC June 2024 yang sudah menyediakan wadah komunitas untuk belajar ilmu-ilmu baru."
Peserta lain mengaku materi mengenai psikologi keluarga dan psikologi pengasuhan terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
"Saya suka ilmu tentang psikologi keluarga, terutama psikologi pengasuhan. Ini sangat pas untuk kami yang sering merasa egois dan tidak sempurna. Banyak kalimat afirmatif yang positif untuk kami," ujarnya.
Perubahan Cara Pandang Terhadap Pengasuhan
Owner Kutus Kutus Fazli Hasniel Sugiharto, yang akrab disapa Arniel, menilai perubahan cara komunitas belajar menunjukkan bahwa wellness keluarga tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan hubungan antarkeluarga.
"Komunitas hari ini berkembang menjadi ruang belajar. Para orang tua tidak hanya bertukar informasi mengenai pengasuhan, tetapi juga saling menguatkan ketika menghadapi tantangan sebagai ibu dan ayah," ujar Arniel.
Menurut Arniel, tema Good Enough Mom mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap pengasuhan. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, banyak orang tua merasa dituntut menjadi sosok yang selalu sempurna. Padahal, proses membangun keluarga lebih banyak ditentukan oleh konsistensi, komunikasi, dan dukungan antarkomunitas.
Literasi Keluarga Berkembang Melalui Berbagai Media
Arniel menilai kehadiran webinar seperti ini menunjukkan bahwa literasi keluarga kini berkembang melalui berbagai media, termasuk ruang digital. Dengan format daring, diskusi mengenai kesehatan mental dan pengasuhan menjadi lebih mudah diakses oleh orang tua dari berbagai daerah.
Keterlibatan Kutus Kutus dalam kegiatan tersebut juga merupakan kelanjutan dari berbagai aktivitas komunitas yang sebelumnya telah dijalankan bersama Mommils – Birth Club.
Pada sejumlah pertemuan luring di Jakarta, Kutus Kutus turut mendukung sesi berbagi pengalaman mengenai kebiasaan sederhana dalam membangun wellness keluarga serta pentingnya peran ayah dan ibu dalam menciptakan lingkungan yang sehat di rumah.
Selain kegiatan bersama komunitas keluarga muda, Kutus Kutus dalam beberapa waktu terakhir juga terlibat dalam berbagai aktivitas edukasi berbasis komunitas, mulai dari komunitas olahraga, seminar di lingkungan perguruan tinggi, hingga kegiatan sosial di berbagai daerah.
Kolaborasi Mendorong Kebiasaan Hidup Sehat
Menurut Arniel, seluruh kegiatan tersebut memiliki benang merah yang sama, yaitu memperluas literasi mengenai gaya hidup sehat melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
"Wellness tidak hanya dibangun melalui produk atau layanan. Yang paling penting adalah hadirnya ruang untuk belajar, berdialog, dan saling mendukung. Komunitas memiliki peran besar dalam membangun kebiasaan baik yang lahir dari pengalaman sehari-hari," katanya.
Melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas, Kutus Kutus berharap semakin banyak keluarga muda memperoleh akses terhadap edukasi yang mendorong terbentuknya kebiasaan hidup sehat, hubungan keluarga yang lebih kuat, serta budaya saling mendukung dalam menjalani peran sebagai orang tua. ***











